Jakarta (ANTARA) - Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan bersama Tim Resmob Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus tiga dari delapan pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia di tempat hiburan malam (biliar) "Weston Ultimate", Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," ujar Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Ketiga pelaku yang diamankan tersebut masing-masing berinisial NA, AE, dan MLS. "Dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, satu pelaku lainnya orang dewasa," kata Alex.
Para pelaku ditangkap di lokasi terpisah, yakni di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Sementara itu, satu dari tiga pelaku tersebut diserahkan langsung oleh pihak keluarganya kepada polisi.
"Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa itu terjadi," katanya.
Atas perbuatannya, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 262 KUHPidana ayat 4 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Baca juga: Keluarga korban minta pelaku pengeroyokan di Jakbar dihukum berat
Sebelumnya, seorang pria bernama DM (29) tewas usai diduga dikeroyok sejumlah orang di salah satu tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Korban disebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak terselamatkan.
Kakak korban, Mita, mengatakan, sang adik saat itu sedang bermain biliar dengan pacarnya. Kemudian pacar korban terlibat cekcok dengan wanita lain, hingga korban berusaha memisahkan.
Namun, saat berusaha memisahkan, korban malah dikeroyok sejumlah pria di lokasi itu.
"Nah dia tuh ngebelain, ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," kata Mita saat dikonfirmasi, Jumat.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung terkapar dan tidak berdaya. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan karena luka yang dialami.
Mita menyampaikan, korban mengalami sejumlah luka memar pada sekujur tubuh hingga pendarahan. Korban sempat mendapatkan perawatan intensif dalam kondisi koma, namun akhirnya ia meregang nyawa pada Kamis (14/5) di RS Tarakan.
Baca juga: 12 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pengeroyokan polisi
Baca juga: Polisi usut pengeroyokan dalam bentrok di apartemen Cengkareng
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































