Pramono Anung Ajak Alumni Kolese Kanisius Berkolaborasi Bangun Jakarta sebagai Kota Global

15 hours ago 15

Jakarta (pilar.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak keluarga besar dan alumni Kolese Kanisius untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan multikultur.

Ajakan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Canisius Expo 2026 di Kampus Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menilai sekolah-sekolah unggulan, termasuk Kolese Kanisius, memiliki kontribusi penting bagi pembangunan Jakarta dan Indonesia melalui kiprah para alumninya di berbagai bidang.

Menurut Pramono, keterlibatan masyarakat, institusi pendidikan, dan alumni menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung Jakarta dalam menghadapi tantangan sebagai kota global. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Ia menyebut banyak alumni Kolese Kanisius yang telah berkontribusi bagi Jakarta maupun Indonesia melalui berbagai profesi dan bidang pengabdian. Karena itu, potensi jejaring dan sumber daya yang dimiliki para alumni dapat menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung pembangunan ibu kota.

Dalam kunjungannya, Pramono juga menyetujui usulan alumni Kolese Kanisius terkait peningkatan fasilitas transportasi publik di sekitar sekolah. Salah satu rencana yang akan didorong adalah revitalisasi halte yang berada di depan Kolese Kanisius.

Perbaikan halte tersebut direncanakan dilakukan melalui kolaborasi dengan alumni, dengan tetap mengutamakan fungsi fasilitas publik dan kepentingan masyarakat luas. Selain revitalisasi halte, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana membuka pelican crossing di kawasan tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan keteraturan mobilitas siswa saat datang maupun pulang sekolah.

Pramono menilai peningkatan infrastruktur pejalan kaki dan fasilitas penyeberangan menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih aman, khususnya di kawasan pendidikan dengan aktivitas pelajar yang tinggi.

Selain membahas kolaborasi dan infrastruktur, Pramono menekankan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Jakarta. Sebagai kota dengan masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang agama, suku, etnis, dan budaya, Jakarta harus terus menjaga karakter sebagai kota yang terbuka dan inklusif.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, golongan, maupun etnis. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Jakarta yang mampu berkembang sebagai kota global dengan tetap mempertahankan keberagaman sosial dan budayanya.

Pramono juga mengapresiasi keberagaman yang ditampilkan dalam Canisius Expo 2026. Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah tarian kolosal bertajuk “Penjaga Rimba Borneo” yang melibatkan sebanyak 492 siswa.

Penampilan tersebut mengangkat nuansa budaya Kalimantan dan menjadi gambaran keterbukaan terhadap keberagaman budaya di lingkungan pendidikan. Pramono menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memahami dan menghargai keberagaman.

Canisius Expo 2026 sendiri mengusung tema “Innovating for Human Dignity”. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, serta karakter melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik.

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 100 tahun Kolese Kanisius. Beragam kegiatan digelar dalam Canisius Expo 2026, mulai dari kompetisi akademik, seni, dan olahraga hingga Education Fair dan Talent Spotting.

Selain itu, siswa dan pengunjung juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh informasi mengenai perguruan tinggi, pilihan jurusan, peluang karier, serta program beasiswa.

Bagi Pramono, kegiatan pendidikan seperti Canisius Expo memiliki arti penting bagi masa depan Jakarta karena pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

Pengembangan kreativitas, kompetensi, karakter, serta kemampuan generasi muda untuk hidup dalam masyarakat yang beragam menjadi bagian dari fondasi pembangunan Jakarta ke depan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, alumni, dan masyarakat, kualitas sumber daya manusia diharapkan terus meningkat seiring transformasi Jakarta sebagai kota global.

Kehadiran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem kota yang lebih inklusif, aman, serta mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. (hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |