Pramono Anung Tinjau Longsor TPST Bantargebang, Pemprov DKI Normalisasi Sungai Ciketing dan Siapkan Solusi Sampah

5 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi longsor di TPST Bantargebang, Bekasi, Senin (9/3/2026).
  • Pemprov DKI memutuskan segera melakukan normalisasi Sungai Ciketing yang tertutup material longsor.
  • TPST Bantargebang menerima 7.400–8.000 ton sampah Jakarta setiap hari, sehingga perlu pengaturan zona pembuangan.
  • Pengiriman sampah sementara dialihkan ke zona 3 dan dua zona baru sambil menunggu pemulihan zona 4A.
  • Pemprov menyiapkan fasilitas RDF Rorotan yang ditargetkan mengolah 1.000–1.500 ton sampah per hari.
  • Longsor dipicu hujan ekstrem 264 mm/hari yang menutup jalan operasional dan aliran Sungai Ciketing.
  • Peristiwa ini menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 5 orang luka ringan.
  • Operasi tanggap darurat melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan didukung 19 ekskavator serta 7 ambulans.

Bekasi (pilar.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan pascalongsor berjalan cepat sekaligus menjamin keselamatan para petugas pengelola sampah dan masyarakat di sekitar lokasi.

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk segera melakukan normalisasi aliran Sungai Ciketing yang sebelumnya tertutup material longsoran sampah.

Pramono Anung menjelaskan bahwa pembukaan kembali aliran sungai sangat penting karena keberadaannya berpengaruh langsung terhadap akses jalan dan aktivitas warga di sekitar kawasan TPST Bantargebang.

Selain memastikan penanganan darurat, Pemprov DKI juga mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Bantargebang. Setiap hari, tempat pengolahan sampah tersebut menerima kiriman sekitar 7.400 hingga 8.000 ton sampah dari Jakarta, sehingga diperlukan strategi pengurangan beban secara bertahap.

Menurut Pramono, daya tampung TPST Bantargebang saat ini semakin terbatas sehingga perlu dilakukan pembatasan dan pengaturan distribusi sampah. Untuk sementara waktu, pengiriman sampah akan dialihkan ke zona lain sambil menunggu pemulihan zona 4A yang terdampak longsor.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dua zona tambahan sebagai lokasi sementara guna menjaga kelangsungan layanan pengelolaan sampah ibu kota.

RDF Rorotan Disiapkan Kurangi Sampah Jakarta

Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Pramono Anung menyebutkan fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengurangi sekitar 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari setelah beroperasi penuh.

Saat ini RDF Rorotan masih berada dalam tahap uji coba dan proses commissioning bersama para pakar untuk memastikan operasionalnya berjalan aman, ramah lingkungan, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Longsor Dipicu Hujan Ekstrem

Peristiwa longsor yang terjadi di zona 4A TPST Bantargebang diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada Minggu (8/3/2026). Curah hujan saat itu tercatat mencapai 264 milimeter per hari, sehingga memicu pergeseran material sampah dalam jumlah besar.

Longsoran tersebut menutup jalan operasional di area TPST serta menimbun aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter.

Korban Jiwa dan Penanganan Darurat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini tercatat empat orang meninggal dunia, sementara lima orang lainnya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.

Korban meninggal dunia yang merupakan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan memperoleh santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya pengobatan korban luka serta memberikan bantuan sosial bagi warga terdampak.

Untuk mempercepat proses pemulihan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengaktifkan operasi tanggap darurat di lokasi longsor.

Operasi Gabungan Evakuasi dan Pemulihan

Penanganan di lapangan melibatkan tim gabungan lintas instansi, termasuk Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Proses evakuasi dan pembersihan area longsor didukung oleh 19 unit ekskavator dan tujuh ambulans yang dikerahkan untuk mempercepat penanganan serta memastikan area kembali stabil.

Pemerintah berharap proses pemulihan berjalan cepat sehingga operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat kembali normal sekaligus meminimalkan dampak bagi masyarakat sekitar. (hen)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |