Ringkasan Berita
- Kemenpar mempromosikan pariwisata Indonesia melalui serial First Class Indonesia.
- Serial ini tayang di Belanda melalui RTL 4 dan platform streaming Videoland.
- Program menampilkan destinasi unggulan seperti Bali, Sumba, dan Lombok.
- Belanda dipilih karena memiliki hubungan historis kuat dan pasar wisata yang potensial.
- Promosi ini mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara 16–17,6 juta pada 2026.
Jakarta (pilar.id) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memperkuat promosi destinasi wisata nasional di pasar internasional dengan menghadirkan serial perjalanan First Class Indonesia. Program ini diluncurkan melalui kolaborasi publikasi bersama sejumlah mitra media di Belanda guna meningkatkan kesadaran global terhadap brand Wonderful Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri media internasional menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia di pasar Eropa.
Menurutnya, proyek tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk stasiun televisi RTL 4, platform streaming Videoland, serta tim kreatif dan pembuat film yang berperan dalam produksi serial.
Belanda Jadi Pasar Strategis Pariwisata Indonesia
Belanda dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana serial tersebut karena memiliki hubungan historis panjang dengan Indonesia serta potensi pasar wisata yang cukup besar.
Selain itu, wisatawan Belanda dikenal memiliki minat tinggi terhadap wisata budaya, alam, dan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan. Faktor tersebut menjadikan Belanda sebagai salah satu dari 15 negara target pasar wisatawan mancanegara Indonesia periode 2025–2026.
Kemenpar menilai promosi melalui media lokal yang memiliki jangkauan luas dapat meningkatkan persepsi positif masyarakat Eropa terhadap destinasi wisata Indonesia.
Mengangkat Destinasi Unggulan Indonesia
Serial First Class Indonesia mengusung konsep perjalanan yang menampilkan kekayaan alam, budaya, serta pengalaman wisata autentik di berbagai daerah.
Beberapa destinasi utama yang diangkat dalam serial ini antara lain:
- Bali dengan kekayaan spiritual, ritual sakral, tradisi budaya, wellness tourism, dan kuliner.
- Sumba yang dikenal dengan tradisi leluhur, kerajinan tangan, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
- Lombok dengan lanskap alam, aktivitas petualangan, serta praktik pariwisata yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pendekatan visual sinematik yang dipadukan dengan narasi inspiratif dinilai mampu menghadirkan pengalaman virtual yang kuat bagi penonton internasional.
Storytelling untuk Bangun Citra Destinasi
Melalui pendekatan storytelling, serial ini tidak hanya menampilkan panorama wisata, tetapi juga menyoroti nilai-nilai budaya, tradisi lokal, serta peran masyarakat dalam pengembangan destinasi.
Konsep tersebut menegaskan bahwa pariwisata Indonesia berkembang dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian budaya.
Kemenpar menilai pendekatan ini efektif dalam membangun citra positif Indonesia sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan pengalaman autentik.
Jangkauan Penonton di Eropa
Serial First Class Indonesia ditayangkan melalui RTL 4, salah satu saluran televisi komersial terbesar di Belanda yang menargetkan penonton dewasa berusia 25 hingga 54 tahun serta keluarga modern.
Stasiun televisi tersebut memiliki jangkauan sekitar 1,6 juta penonton setiap minggu dan mencapai sekitar 4 juta penonton setiap bulan.
Selain tayangan televisi, program ini juga tersedia melalui platform streaming Videoland sehingga memungkinkan audiens yang lebih luas di Eropa menikmati konten tersebut sepanjang tahun 2026.
Target Wisatawan Mancanegara 2026
Kementerian Pariwisata optimistis strategi promosi berbasis media internasional dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Belanda melalui sektor pariwisata.
Melalui promosi yang terarah dan kolaboratif, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 dapat mencapai 16 hingga 17,6 juta kunjungan.
Target tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai destinasi wisata Indonesia. (usm/hdl)

6 hours ago
3

















































