Prpbolinggo (pilar.id) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Series 2026 yang kembali hadir sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata dan musik Indonesia. Tahun ini, festival tersebut akan digelar di dua destinasi pegunungan ikonik, yakni kawasan Baturraden di Banyumas, Jawa Tengah, dan kawasan Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Mengusung tema “Jazztination”, BRI Jazz Gunung Series 2026 menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan pertunjukan musik jazz, panorama alam pegunungan, kekayaan budaya lokal, serta aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat setempat.
Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti, menilai konsistensi Jazz Gunung Indonesia dalam menghadirkan event berkualitas telah memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Menurutnya, festival ini menjadi contoh bagaimana sebuah event mampu menggabungkan hiburan, pelestarian budaya, dan pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap konsep tersebut juga terlihat dari penghargaan Green Event of the Year 2025 yang sebelumnya diraih Jazz Gunung, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen penyelenggara dalam menerapkan prinsip keberlanjutan pada setiap rangkaian kegiatan.
Bromo dan Slamet Jadi Panggung Jazz di Tengah Keindahan Alam
BRI Jazz Gunung Slamet akan menjadi pembuka rangkaian festival pada 27 Juni 2026 di Wanawisata Baturraden, Banyumas. Selanjutnya, perhatian publik akan tertuju pada BRI Jazz Gunung Bromo yang berlangsung sepanjang 18–25 Juli 2026 di kawasan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian kegiatan di Bromo akan diawali melalui acara pembukaan di Seruni Point pada 18 Juli 2026 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Puncak pertunjukan musik akan berlangsung pada 24–25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo.
Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga dapat mengunjungi area pameran seni, pasar UMKM, serta berbagai kegiatan kreatif yang menampilkan produk unggulan daerah. Konsep ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lokal sekaligus menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha di sekitar lokasi acara.
Salah satu pendiri Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini tidak hanya melibatkan pelaku industri musik, tetapi juga komunitas kreatif, pelaku wisata, UMKM, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar yang menjadi bagian penting dalam ekosistem acara.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kekuatan utama Jazz Gunung sehingga mampu berkembang menjadi salah satu festival musik berbasis destinasi yang memiliki identitas kuat di Indonesia.
Deretan Musisi Nasional dan Internasional Siap Meriahkan Festival
BRI Jazz Gunung Series 2026 menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi yang telah melalui proses kurasi oleh tim penyelenggara. CEO Jazz Gunung Indonesia sekaligus Ketua Harian Forum Jazz Indonesia, Bagas Indyatmono, menyebut festival tahun ini memberikan ruang lebih luas bagi musisi muda untuk tampil bersama nama-nama besar dalam industri jazz nasional.
Pada gelaran Jazz Gunung Slamet, penonton akan disuguhkan penampilan Amelia Ong, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, Mocca, serta NonaRia.
Sementara itu, Jazz Gunung Bromo akan menghadirkan deretan musisi ternama seperti Ali, Bilal Indrajaya, Isyana Sarasvati, Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia dan Teza Sumendra, Kevin Yosua Big 6 feat. Nesia Ardi, Littlefingers, hingga kolaborasi internasional yang melibatkan Simone Prattico dari Italia, Cait Lin dari Taiwan, serta grup Watchdog dari Prancis.
Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Chico Hindarto, menilai perkembangan musik jazz nasional membutuhkan dukungan ruang apresiasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekosistem jazz tidak hanya bergantung pada musisi, tetapi juga dukungan penonton, media, serta penyelenggara acara yang saling melengkapi.
Perkuat Wisata Berbasis Pengalaman dan Pemberdayaan Komunitas
Tidak hanya menghadirkan konser musik, BRI Jazz Gunung Series 2026 juga menyelenggarakan berbagai program pendukung yang dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Salah satunya adalah Bromo Jazz Camp yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Program ini menjadi wadah pembinaan bagi musisi muda untuk mengembangkan kemampuan musikal sekaligus memahami industri musik secara lebih mendalam melalui pendampingan mentor profesional.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas wisata berbasis alam dan budaya seperti Jazz Gunung Pagi-Pagi Trekking Club, Festival Jathilan Majapahit, hingga Pestaraya Soto Nusantara yang mengangkat kekayaan kuliner Indonesia.
Rangkaian aktivasi komunitas juga digelar di sejumlah kota, mulai dari Stage Photography Workshop di Surabaya pada 21 Juli 2026, Intimate Showcase di Probolinggo pada 22 Juli 2026, hingga program Kemisan Jazz di Kota Malang pada 23 Juli 2026.
Melalui perpaduan musik, budaya, alam, dan pemberdayaan ekonomi kreatif, BRI Jazz Gunung Series 2026 diharapkan tidak hanya menjadi festival hiburan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman (experiential tourism) yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. (ret)

6 hours ago
10
















































