Jakarta (pilar.id) – PT Bank CIMB Niaga Tbk memimpin pembiayaan sindikasi berbasis Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai Rp4,7 triliun kepada PT Plaza Indonesia Investama (PII) dan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Fasilitas pendanaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong penerapan praktik bisnis berkelanjutan di sektor properti premium Indonesia.
Dalam transaksi tersebut, CIMB Niaga bekerja sama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB). Selain itu, CIMB Niaga juga dipercaya sebagai Sole Sustainability Coordinator, Agen Fasilitas, dan Agen Jaminan.
Dana hasil pembiayaan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan korporasi Plaza Indonesia, termasuk pembiayaan ulang atas fasilitas pinjaman sebelumnya. Melalui skema Sustainability-Linked Loan, fasilitas ini tidak hanya mendukung kebutuhan pendanaan perusahaan, tetapi juga memperkuat komitmen keberlanjutan yang telah menjadi bagian dari strategi bisnis Plaza Indonesia.
Pembiayaan Berkelanjutan Dukung Target Net Zero Emission
Skema SLL yang disepakati mensyaratkan sejumlah target keberlanjutan yang harus dicapai oleh Plaza Indonesia. Di antaranya adalah pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari operasional perusahaan serta mempertahankan sertifikasi bangunan hijau Greenship tingkat lanjut pada aset utama, yakni Plaza Indonesia Shopping Center dan The Plaza Office Tower.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon dan target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah Indonesia pada 2060.
Direktur Plaza Indonesia, Evy Tirtasudira, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis properti premium. Menurutnya, pengembangan kawasan mixed-use luxury property tidak hanya berfokus pada kualitas dan pengalaman pelanggan, tetapi juga harus memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif, mulai dari peningkatan efisiensi energi bangunan, pengelolaan lingkungan operasional yang lebih baik, hingga penguatan standar green building pada aset-aset utama perusahaan.
Sektor Properti Jadi Prioritas Transisi Hijau CIMB Group
Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, menjelaskan bahwa sektor real estat menjadi salah satu sektor prioritas dalam roadmap Net Zero Emission CIMB Group yang menargetkan pencapaian NZE pada 2050.
Menurut Miranty, keterlibatan CIMB Niaga dalam sindikasi ini mencerminkan komitmen perseroan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang terintegrasi sekaligus mendorong transformasi berkelanjutan di berbagai sektor ekonomi. Plaza Indonesia dinilai telah menunjukkan konsistensi dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional bisnis, termasuk melalui sertifikasi bangunan hijau, peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan berbagai inisiatif dekarbonisasi lainnya.
Kerja sama jangka panjang ini juga memperlihatkan semakin pentingnya instrumen pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi korporasi dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang tangguh dan bertanggung jawab.
Perkuat Komitmen ESG dan Pembangunan Berkelanjutan
Melalui sindikasi Sustainability-Linked Loan tersebut, CIMB Niaga menegaskan perannya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan upaya pengurangan emisi karbon nasional.
Sebagai bagian dari CIMB Group yang memiliki jaringan luas di Indonesia dan kawasan ASEAN, bank ini menyatakan akan terus memperluas solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan transformasi bisnis nasabah. Fokus tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Tren peningkatan pembiayaan berbasis sustainability di sektor properti juga menunjukkan bahwa aspek lingkungan kini semakin menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan aset premium, seiring meningkatnya tuntutan investor dan pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. (hdl)

8 hours ago
10






























