Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

14 hours ago 14

Leipzig (pilar.id) – Crystal Palace mencatat sejarah baru setelah sukses menjuarai Liga Conference 2025/26. Klub asal Inggris itu mengalahkan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Leipzig Arena, Kamis.

Kemenangan tersebut memastikan The Eagles meraih trofi Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada awal babak kedua menjadi penentu kemenangan tim asuhan Oliver Glasner.

Kesuksesan ini terasa semakin spesial karena menjadi penutup sempurna bagi Glasner, yang sebelumnya telah mengumumkan akan meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim.

Mateta Jadi Pahlawan, Palace Tampil Efektif

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Crystal Palace dan Rayo Vallecano sama-sama bermain agresif, namun solidnya lini pertahanan kedua tim membuat peluang bersih sulit tercipta.

Rayo Vallecano lebih dulu memberikan ancaman pada menit ke-25 melalui Alemao setelah menerima umpan Pep Chavarria. Namun penyelesaian akhirnya masih melebar dari gawang Palace.

Tim asal Spanyol kembali memperoleh kesempatan emas menjelang turun minum lewat tendangan Unai Lopez dari luar kotak penalti. Meski sempat mengejutkan lini belakang Palace, bola gagal mengarah tepat sasaran.

Crystal Palace baru benar-benar menemukan ritme permainan menjelang akhir babak pertama. Adam Wharton mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Tyrick Mitchell, tetapi peluang tersebut belum mampu memecah kebuntuan.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Palace akhirnya memimpin pada menit ke-50. Tembakan keras Adam Wharton dari luar kotak penalti sempat ditepis kiper Augusto Batalla, namun bola muntah langsung disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol.

Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Palace. Tim Premier League itu tampil lebih percaya diri dan hampir menggandakan keunggulan beberapa menit kemudian melalui skema bola mati yang melibatkan Yeremy Pino.

Rayo Vallecano Gagal Maksimalkan Peluang

Dalam posisi tertinggal, Rayo Vallecano meningkatkan intensitas serangan. Sergio Camello sempat memperoleh peluang dari bola liar, namun tembakannya melambung di atas mistar.

Florian Lejeune juga mencoba peruntungan melalui sundulan memanfaatkan tendangan bebas, sementara Pedro Diaz dan Alemao beberapa kali melepaskan tembakan jarak jauh. Namun buruknya penyelesaian akhir membuat klub LaLiga tersebut gagal menyamakan kedudukan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Crystal Palace.

Rayo Vallecano sebenarnya tampil cukup mengejutkan sepanjang turnamen musim ini. Klub asal Madrid tersebut berhasil mencapai final Eropa pertama mereka setelah menyingkirkan Strasbourg di semifinal dan menutup fase liga di posisi lima besar.

Namun, kisah kejutan mereka harus terhenti di tangan Palace yang tampil disiplin dan efektif di laga puncak.

Trofi Eropa Pertama dan Akhir Manis Oliver Glasner

Keberhasilan menjuarai Liga Conference menjadi pencapaian terbesar Crystal Palace di kompetisi Eropa. Meski hanya finis di posisi ke-15 Premier League musim ini, Palace mampu membuktikan kualitas mereka di pentas kontinental.

Perjalanan menuju final juga tidak mudah. Palace sebelumnya menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat meyakinkan 5-2 di semifinal untuk memastikan tiket ke Leipzig.

Bagi Oliver Glasner, trofi ini menjadi akhir yang sempurna bersama Palace. Pelatih asal Austria itu sukses mempersembahkan sejarah baru sebelum resmi meninggalkan klub pada akhir musim.

Sementara bagi para pendukung The Eagles, kemenangan di Leipzig akan dikenang sebagai malam paling bersejarah dalam perjalanan klub di kompetisi Eropa. (wid/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |