Elnusa Dukung Peningkatan Produksi Migas Pertamina EP Zona 4, Tambah 432 Barel Minyak per Hari

4 hours ago 7

Jakarta (pilar.id) – Di tengah tantangan geopolitik global dan kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional, PT Elnusa Tbk (ELSA) terus memperkuat perannya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi di Indonesia. Perusahaan yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina tersebut turut mendukung peningkatan produksi minyak PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 melalui kegiatan workover pada 51 sumur eksisting di Sumatera Selatan.

Program kerja ulang sumur atau workover dilakukan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kembali produksi sumur minyak dan gas bumi yang mengalami penurunan performa. Kegiatan tersebut mencakup sejumlah wilayah kerja Pertamina EP Zona 4, mulai dari Field Prabumulih, Field Limau, Field Pendopo, Field Adera hingga Field Ramba.

Dalam proyek tersebut, tim Wireline Services (WLS) Elnusa berperan menyediakan layanan wireline logging dan perforasi guna mendukung evaluasi kondisi sumur sekaligus optimalisasi produksi migas.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menjelaskan bahwa layanan wireline logging dilakukan untuk menganalisis kondisi reservoir dan mengidentifikasi potensi hidrokarbon secara lebih akurat. Selain itu, Elnusa juga melakukan evaluasi integritas casing dan semen sumur melalui cement evaluation logging untuk memastikan sumur tetap layak beroperasi.

Sementara pada layanan perforasi, Elnusa melakukan pembukaan lapisan produksi dengan melubangi casing sumur agar hidrokarbon dari reservoir dapat mengalir ke permukaan dan diproduksikan secara optimal.

Teknologi Elnusa Dongkrak Efektivitas Workover Sumur Migas

Elnusa juga mengandalkan teknologi Saturation Logging Tool atau RPM by Elnusa dalam mendukung efektivitas program workover. Teknologi tersebut diklaim mampu mengidentifikasi posisi hidrokarbon di reservoir secara lebih presisi sehingga membantu pengambilan keputusan operasional secara lebih cepat dan efisien.

Teknologi itu sebelumnya telah digunakan di wilayah kerja Pertamina EP Zona 7 di Jawa Barat dan Pertamina EP Zona 11 di Jawa Timur.

Menurut Andri, penguasaan teknologi internal memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan karena dapat menghadirkan layanan yang lebih ekonomis sekaligus mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Keberhasilan program workover di Zona 4 turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi minyak dari sumur-sumur tua yang sebelumnya mengalami penurunan produksi, bahkan dari sumur yang berstatus idle dan suspend.

Produksi Migas Zona 4 Naik 432 BOPD

Berdasarkan data program workover dan well intervention sepanjang 2025 di Pertamina EP Zona 4, tercatat terjadi peningkatan produksi minyak sebesar 432 barel oil per day (BOPD).

Andri menyebut tantangan operasional di wilayah Sumatera Selatan cukup kompleks karena karakteristik sumur yang beragam. Karena itu, interpretasi data yang akurat menjadi faktor penting dalam menentukan potensi produksi migas dari sumur-sumur eksisting.

Melalui layanan wireline logging dan analisis reservoir, Elnusa membantu memperoleh data teknis dari sumur tua maupun sumur yang sempat tidak beroperasi namun masih memiliki potensi kandungan minyak.

Elnusa menilai kompetensi sumber daya manusia yang didukung teknologi modern menjadi modal penting dalam mendukung target pemerintah mencapai produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari.

Selain memperkuat produksi migas domestik, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global yang terus berkembang. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |