Elnusa Perkuat SDM Unggul untuk Hadapi Transformasi Energi, Fokus pada Teknologi dan Inovasi

22 hours ago 16

Jakarta (pilar.id) – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi utama untuk menjaga daya saing bisnis di tengah percepatan transformasi industri energi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda internal perusahaan di Jakarta, Minggu (20/4/2026), yang menekankan bahwa kesiapan SDM menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan operasional, peningkatan kapabilitas teknologi, serta penguatan inovasi perusahaan dalam menghadapi perubahan lanskap industri migas dan energi nasional.

Direktur SDM dan Umum Elnusa Hera Handayani menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang mampu mengoptimalkan teknologi tersebut dalam kegiatan operasional dan pengembangan bisnis.

Menurut Hera, strategi perusahaan tahun ini mengusung tema “Rediscover Technology and Innovation Edge”, yang menempatkan SDM sebagai pilar strategis untuk memastikan Elnusa tetap adaptif dan kompetitif di tengah perubahan kebutuhan energi global.

Sebagai perusahaan yang memiliki peran penting dalam mendukung operasional hulu migas nasional, Elnusa menilai kualitas SDM menjadi kunci untuk menjaga keunggulan operasional, memperkuat ketahanan bisnis, serta mempercepat kemampuan perusahaan merespons perubahan industri, termasuk digitalisasi layanan energi dan peningkatan standar keselamatan kerja.

Dalam upaya memperkuat kompetensi karyawan, Elnusa menerapkan strategi pembelajaran terstruktur melalui pendekatan blended learning berbasis prinsip 70:20:10. Model ini mengombinasikan pembelajaran langsung di lapangan sebagai porsi terbesar, penguatan kompetensi melalui coaching dan mentoring, serta pembelajaran formal yang dirancang sesuai kebutuhan.

Pendekatan tersebut dinilai efektif karena mampu memastikan peningkatan kemampuan karyawan tidak hanya bersifat teoritis, namun langsung relevan dengan kebutuhan operasional dan tantangan teknologi di sektor jasa energi.

Untuk memastikan pengembangan kompetensi selaras dengan arah pertumbuhan bisnis, Elnusa mengembangkan program technical competency berbasis academy yang disesuaikan dengan tiga lini utama perusahaan, yakni Upstream, Energy Distribution & Logistics, serta Support Services.

Program tersebut diwujudkan melalui sejumlah inisiatif seperti Wireline School dan Drilling Support Services School, yang dirancang secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi spesifik di sektor layanan migas. Melalui program ini, proses pengembangan SDM dilakukan secara end to end, mulai dari pemetaan kebutuhan kompetensi, penyusunan kurikulum, hingga sertifikasi yang terstandarisasi.

Selain penguatan kompetensi teknis, Elnusa juga menyiapkan pengembangan kepemimpinan melalui Elnusa Leader Development Program (ELDP). Program ini difokuskan untuk mencetak pemimpin yang adaptif, memiliki kemampuan mengambil keputusan strategis, serta mampu membaca dinamika industri energi yang terus bergerak cepat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Elnusa juga memperkuat pembelajaran berbasis digital dengan mengoptimalkan Learning Management System (LMS), sehingga pelatihan dapat berlangsung lebih fleksibel, terukur, dan berkelanjutan. Digitalisasi pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat budaya inovasi serta kesiapan SDM menghadapi tantangan era teknologi.

Hera Handayani menegaskan bahwa pengembangan SDM bukan sekadar program pendukung, melainkan investasi strategis yang diarahkan agar memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Menurutnya, setiap program pembelajaran harus terhubung dengan kebutuhan bisnis agar mendorong produktivitas, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas layanan jasa energi.

Langkah Elnusa ini sejalan dengan tren industri energi global yang saat ini semakin menekankan efisiensi, inovasi, dan transformasi menuju energi rendah karbon. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), investasi energi bersih global dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat dan mendorong perubahan besar dalam kebutuhan kompetensi tenaga kerja sektor energi, termasuk penguasaan teknologi digital, otomasi, dan analitik data.

Di Indonesia sendiri, agenda transisi energi juga menjadi prioritas nasional, seiring target pengurangan emisi dan peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Dalam konteks tersebut, perusahaan jasa energi seperti Elnusa dituntut tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga memiliki SDM yang mampu mengimbangi perubahan teknologi dan model bisnis energi masa depan.

Ke depan, Elnusa menyatakan akan terus mengembangkan integrated competency ecosystem, yakni ekosistem kompetensi terintegrasi yang mencakup proses pemetaan, pengembangan, hingga pemanfaatan kompetensi untuk mendukung kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Dengan strategi tersebut, Elnusa menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pendukung operasional hulu migas nasional, tetapi juga sebagai perusahaan yang menyiapkan fondasi talenta unggul guna mempercepat penguatan teknologi dan inovasi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |