Jakarta (pilar.id) – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri aset kripto di Asia Tenggara. Potensi tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah investor, perkembangan regulasi, serta semakin luasnya adopsi teknologi digital di masyarakat.
Perkembangan industri kripto secara global menunjukkan tren yang terus menguat. Berdasarkan laporan CoinGecko, aset kripto saat ini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 negara telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital.
Di kawasan Asia Tenggara, pasar kripto masih didominasi Singapura dan Filipina. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap menjadi salah satu pasar potensial karena memiliki jumlah penduduk yang besar, tingkat penetrasi internet yang terus meningkat, serta pertumbuhan literasi digital yang semakin kuat.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai industri kripto nasional kini memasuki fase yang lebih matang. Menurutnya, perkembangan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah pengguna, meningkatnya pengawasan regulator, hingga terbentuknya ekosistem yang lebih tertata dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Calvin menyebut Indonesia tidak hanya memiliki potensi dari sisi jumlah investor, tetapi juga peluang besar dalam membangun ekosistem aset digital yang sehat dan berkelanjutan. Ia menilai kejelasan regulasi menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan industri secara lebih stabil di masa mendatang.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menunjukkan pertumbuhan pasar kripto domestik yang masih positif. Per Maret 2026, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia tercatat mencapai 21,37 juta akun. Angka tersebut meningkat sekitar 1,43 persen dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 21,07 juta akun.
Sementara itu, nilai transaksi aset kripto nasional pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun. Nilai tersebut mencerminkan minat masyarakat terhadap aset digital masih cukup tinggi meski pasar kripto global bergerak dinamis dan cenderung fluktuatif.
Calvin menekankan bahwa pertumbuhan industri kripto perlu dibarengi dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, edukasi menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memahami risiko, teknologi, serta potensi pemanfaatan aset digital secara lebih bijak.
Ia menilai tantangan terbesar industri kripto ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah pengguna, melainkan memastikan proses adopsi berjalan secara bertanggung jawab. Karena itu, aspek keamanan, kepatuhan regulasi, dan transparansi dinilai harus menjadi prioritas utama seluruh pelaku industri.
Sebagai salah satu perusahaan perdagangan aset digital di Indonesia, Tokocrypto disebut terus mendorong penguatan ekosistem melalui edukasi, inovasi produk, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Secara global, laporan CoinGecko juga menunjukkan bahwa mayoritas negara yang telah melegalkan aset kripto berasal dari kelompok negara berkembang di Asia dan Afrika. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa teknologi blockchain dan aset digital semakin relevan sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital di negara berkembang.
Di sisi lain, perkembangan industri kripto tetap membutuhkan tata kelola yang kuat agar mampu menciptakan ekosistem yang aman dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Regulasi yang jelas dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan konsumen.
Calvin menilai Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk meningkatkan daya saing di industri aset digital regional. Kombinasi jumlah pengguna yang besar, dukungan regulasi yang terus berkembang, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri disebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto nasional.
Selain sebagai instrumen investasi, teknologi blockchain juga dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan di berbagai sektor. Pemanfaatan teknologi tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan membuka peluang ekonomi baru dalam ekosistem digital Indonesia. (ret/hdl)

5 hours ago
7

















































