Jangan Langsung Olahraga Setelah Bangun Tidur, Ini Pemanasan 5 Menit yang Disarankan Para Ahli

18 hours ago 14

Jakarta (pilar.id) – Banyak orang memilih berolahraga pada pagi hari untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan energi sebelum memulai aktivitas. Namun, para ahli olahraga mengingatkan bahwa tubuh yang baru bangun tidur belum berada dalam kondisi ideal untuk langsung melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi.

Saat bangun tidur, suhu inti tubuh masih berada pada titik terendah. Kondisi tersebut membuat otot, tendon, dan sendi cenderung lebih kaku dibandingkan waktu lain dalam sehari. Jika seseorang langsung berlari, melakukan latihan berat, atau melakukan peregangan statis tanpa persiapan, risiko cedera seperti kram, ketegangan otot, hingga robekan serat otot dapat meningkat.

Karena itu, para pakar kebugaran merekomendasikan pemanasan dinamis (dynamic warm-up) yang dikombinasikan dengan metode RAMP (Raise, Activate, Mobilize, Potentiate) sebelum memulai olahraga pagi.

Mengapa Tubuh Perlu Pemanasan Setelah Bangun Tidur?

Pemanasan berfungsi meningkatkan suhu tubuh secara bertahap sekaligus mempersiapkan sistem saraf, otot, dan persendian untuk menghadapi aktivitas fisik yang lebih berat.

Dalam metode RAMP, tahap pertama adalah Raise, yaitu menaikkan suhu tubuh dan detak jantung secara perlahan. Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah berjalan santai di tempat, dilanjutkan dengan jogging ringan atau jumping jacks berintensitas rendah selama dua hingga tiga menit.

Tujuan fase ini bukan membuat tubuh kelelahan, melainkan menciptakan sensasi hangat pada tubuh dan membantu melancarkan sirkulasi darah. Selain itu, cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas sendi menjadi lebih aktif sehingga pergerakan tubuh terasa lebih nyaman.

Tahap berikutnya adalah Activate dan Mobilize. Pada fase ini, fokus diarahkan untuk mengaktifkan kelompok otot besar sekaligus memperluas ruang gerak sendi.

Beberapa gerakan yang direkomendasikan antara lain putaran lengan (arm circles), gerakan memeluk tubuh secara bergantian, putaran badan (torso twists), bodyweight squats, serta ayunan kaki (leg swings). Rangkaian gerakan tersebut membantu melemaskan area bahu, dada, tulang belakang, pinggul, paha, dan lutut yang umumnya masih terasa kaku setelah tidur malam.

Pemanasan Harus Disesuaikan dengan Jenis Olahraga

Setelah suhu tubuh meningkat dan otot mulai aktif, tahap terakhir adalah Potentiate, yakni mempersiapkan pola gerakan yang sesuai dengan olahraga utama yang akan dilakukan.

Bagi yang berencana jogging atau berlari, gerakan seperti high knees dan butt kicks selama sekitar 30 detik dapat membantu mengaktifkan otot kaki dan meningkatkan koordinasi gerak.

Sementara bagi yang akan melakukan yoga, senam, atau latihan berbasis fleksibilitas, gerakan inchworm dapat menjadi pilihan untuk mengaktifkan otot inti, bahu, serta meningkatkan mobilitas tubuh secara menyeluruh.

Para pelatih kebugaran menilai keseluruhan rangkaian tersebut dapat dilakukan hanya dalam waktu lima hingga sepuluh menit, namun memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan tubuh dan kualitas latihan.

Hindari Peregangan Statis Saat Tubuh Masih Dingin

Kesalahan yang masih sering dilakukan banyak orang adalah melakukan peregangan statis segera setelah bangun tidur. Contohnya adalah menunduk menyentuh ujung kaki, mencium lutut, atau menarik lengan dan menahannya dalam posisi tertentu selama beberapa puluh detik.

Sejumlah riset biomekanika olahraga menunjukkan bahwa peregangan statis pada otot yang masih dingin justru dapat menurunkan kemampuan otot menghasilkan tenaga dalam waktu singkat. Selain itu, kondisi tersebut berpotensi memicu cedera mikro pada serat otot karena jaringan tubuh belum siap menerima tarikan yang cukup besar.

Karena itu, peregangan statis lebih dianjurkan dilakukan setelah sesi olahraga selesai sebagai bagian dari proses pendinginan (cool-down). Pada fase tersebut suhu tubuh dan elastisitas otot sudah meningkat sehingga peregangan dapat dilakukan dengan lebih aman.

Dengan menerapkan pemanasan dinamis selama lima hingga sepuluh menit sebelum berolahraga, masyarakat dapat mengurangi risiko cedera sekaligus meningkatkan efektivitas latihan. Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga pada pagi hari saat kondisi tubuh masih beradaptasi setelah bangun tidur. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |