Kemlu RI dan UNAIR Ajak Generasi Muda Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Ketidakpastian Global

1 day ago 11

Surabaya (pilar.id) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong keterlibatan generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global. Upaya tersebut diwujudkan melalui Preliminary Discussion D-8 Youth Dialogue bertema Navigating Uncertainty, Building Resilience yang digelar di Majapahit Hall ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Surabaya, Rabu (3/6/2026).

Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi pemuda untuk membahas berbagai tantangan global yang berkembang, mulai dari dinamika geopolitik, transformasi teknologi, hingga isu ketahanan pangan dan energi yang dinilai semakin memengaruhi stabilitas berbagai negara.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Hartanto Subolo, serta Deputi Koordinasi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Mohammad K Koba.

Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Tantangan Strategis Generasi Muda

Dalam forum tersebut, Mohammad K Koba menegaskan bahwa tema yang diangkat tidak hanya relevan sebagai bahan diskusi akademik, tetapi juga mencerminkan realitas yang sedang dihadapi generasi muda di berbagai negara.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, ketidakstabilan geopolitik global, serta tantangan ketahanan pangan dan energi telah menciptakan lingkungan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan kolaborasi yang kuat.

Koba menilai ketidakpastian global merupakan situasi yang tidak dapat dihindari. Karena itu, fokus utama yang perlu dibangun adalah kesiapan generasi muda dalam merespons berbagai perubahan melalui keberanian mengambil keputusan, arah yang jelas, serta kemampuan bekerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Ia juga menyoroti Surabaya sebagai lokasi yang memiliki nilai historis kuat bagi peran pemuda. Semangat perjuangan pemuda pada masa awal kemerdekaan dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

Diplomasi Pemuda Dinilai Penting untuk Solusi Global

Sementara itu, Heru Hartanto Subolo menekankan bahwa keterlibatan anak muda tidak hanya penting dalam pembangunan nasional, tetapi juga dalam memperkuat hubungan internasional melalui diplomasi dan kolaborasi global.

Menurut Heru, diplomasi modern tidak lagi terbatas pada perundingan antarpejabat negara. Generasi muda memiliki peluang besar untuk membangun jejaring internasional melalui pertukaran gagasan, inovasi, riset, hingga kolaborasi lintas negara yang menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

Ia menilai D-8 Youth Dialogue dapat menjadi wadah strategis untuk memperluas partisipasi pemuda dalam berbagai isu global, termasuk ketahanan pangan, energi, pembangunan berkelanjutan, dan kerja sama ekonomi.

Forum tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

D-8 Youth Dialogue Dorong Kolaborasi Generasi Muda

Penyelenggaraan Preliminary Discussion D-8 Youth Dialogue menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis. Melalui forum ini, Kemlu RI dan UNAIR mendorong terciptanya kolaborasi lintas negara serta pengembangan kapasitas pemuda sebagai aktor penting dalam menciptakan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor kunci untuk menghadirkan inovasi dan solusi yang mampu memperkuat daya tahan masyarakat sekaligus mendukung kerja sama internasional yang lebih inklusif. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |