Surabaya (pilar.id) – East Java Maritime Awards 2026, mahasiswa UNAIR berprestasi, FPK UNAIR, Chelsea Hani Marcelia Sundawa, inovasi kelautan, nanofiltrasi membran, pupuk organik limbah ikan, Maritime Fest Jawa Timur 2026, mahasiswa perikanan UNAIR, berita UNAIR terbaru
Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Chelsea Hani Marcelia Sundawa, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang East Java Maritime Awards 2026 yang digelar dalam rangkaian Maritime Fest Jawa Timur 2026 pada Rabu (20/5/2026).
Penghargaan yang diinisiasi PT Jawapos Media Televisi (JTV) tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh, lembaga, dan inovator yang berkontribusi dalam pembangunan sektor kemaritiman di Jawa Timur. Chelsea menjadi satu-satunya perwakilan mahasiswa yang berhasil menerima penghargaan di tengah dominasi institusi besar dari sektor kelautan dan pemerintahan.
Dalam ajang tersebut, ia bersanding dengan berbagai lembaga strategis seperti Komando Armada (Koarmada), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, hingga sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang maritim dan perikanan.
Chelsea menilai penghargaan tersebut memiliki arti penting karena proses seleksi dilakukan secara ketat. Menurutnya, penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa dalam sektor kemaritiman mampu mendapat perhatian luas di tingkat regional.
Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Sejak awal kuliah, Chelsea aktif mengembangkan inovasi berbasis solusi lingkungan dan kebutuhan masyarakat pesisir. Dua inovasi yang menjadi sorotan dalam penghargaan tersebut adalah teknologi nanofiltrasi membran untuk penyaringan air serta pupuk organik cair berbahan limbah ikan.
Inovasi nanofiltrasi membran dikembangkan sebagai solusi atas persoalan keterbatasan akses air bersih di wilayah pesisir. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menyaring air tercemar agar lebih layak digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Chelsea menjelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan perairan sering menghadapi kualitas air yang buruk akibat pencemaran lingkungan. Melalui teknologi penyaringan tersebut, air kotor dapat diproses menjadi lebih bersih dan aman dimanfaatkan.
Selain itu, ia juga menciptakan pupuk organik cair dari limbah ikan yang berasal dari sisa operasional industri perikanan. Inovasi tersebut bertujuan mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai guna hasil sampingan sektor kelautan untuk mendukung pertanian dan agro-teknologi.
Pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk dinilai mampu menciptakan integrasi antara sektor perikanan dan pertanian yang lebih berkelanjutan. Langkah itu sekaligus menjadi upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah organik yang tidak terkelola.
Usai meraih penghargaan tingkat Jawa Timur tersebut, Chelsea mengaku ingin terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya. Ia berencana mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), kembali bersaing dalam pemilihan mahasiswa berprestasi, serta memperluas pengalaman melalui program magang di perusahaan besar sektor maritim.
Chelsea juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap masa depan laut Indonesia. Ia menilai sektor kelautan memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat karena sebagian besar sumber pangan nasional berasal dari hasil laut.
Menurutnya, sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan agar potensi besar tersebut dapat terus terjaga di masa depan. (usm)

5 hours ago
5

















































