Paris (pilar.id) – Naomi Osaka kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena performanya di lapangan tenis, tetapi juga penampilan modenya yang mencuri perhatian di ajang French Open 2026.
Petenis asal Jepang itu memasuki Court Suzanne-Lenglen, Paris, dengan balutan busana serba hitam bergaya couture yang dipadukan dengan rok panjang lipit dan bodice berhias manik-manik menyerupai zirah. Setelah memasuki lapangan, Osaka melepas busana luarnya dan memperlihatkan gaun pertandingan berwarna emas berkilau rancangan Nike.
Penampilan tersebut langsung menjadi perhatian publik dan media mode internasional karena dinilai memadukan unsur olahraga dan haute couture secara berani.
Osaka menyebut gaun emas yang dikenakannya terinspirasi dari kemilau Menara Eiffel pada malam hari. Sementara untuk busana luar, ia bekerja sama dengan desainer asal Swiss, Kevin Germanier.
Tak hanya tampil memukau, Osaka juga berhasil mengawali turnamen dengan kemenangan usai mengalahkan petenis Jerman, Laura Siegemund, dengan skor 6-3, 7-6 (3).
Fashion Jadi Identitas Naomi Osaka di Turnamen Grand Slam
Dalam beberapa tahun terakhir, Naomi Osaka dikenal konsisten menghadirkan penampilan unik di berbagai turnamen Grand Slam. Pada Australian Open awal tahun ini, ia tampil menggunakan topi lebar, veil, dan payung putih. Sementara di US Open tahun lalu, Osaka menghiasi rambutnya dengan aksesori mawar merah berkilau yang dipadukan dengan kostum senada.
Penampilan eksentrik Osaka juga terlihat saat menghadiri ajang Met Gala di New York beberapa waktu lalu.
Bagi Osaka, fashion bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi menjadi medium ekspresi diri. Petenis berusia 28 tahun itu mengaku lebih nyaman “berbicara” melalui pakaian yang dikenakannya.
Ia juga menilai atlet modern tidak hanya berperan sebagai kompetitor olahraga, tetapi juga bagian dari industri hiburan global. Karena itu, momen memasuki lapangan di turnamen Grand Slam dianggapnya sebagai kesempatan untuk menampilkan identitas personal di luar pertandingan.
Meski demikian, Osaka sempat khawatir gaun emas berkilau yang dikenakannya memantulkan cahaya terlalu terang hingga mengganggu pertandingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia bahkan menyiapkan dua kostum cadangan dari Nike.
Dari Juara Grand Slam hingga Ikon Budaya Pop Dunia
Naomi Osaka dikenal sebagai salah satu petenis paling berpengaruh di generasi modern. Ia merupakan mantan petenis nomor satu dunia dan menjadi pemain Asia pertama yang menempati posisi puncak ranking tunggal putri WTA.
Sepanjang kariernya, Osaka telah mengoleksi empat gelar Grand Slam, masing-masing dua gelar Australian Open dan US Open. Ia juga menjadi petenis Jepang pertama yang memenangkan gelar tunggal Grand Slam.
Lahir di Osaka, Jepang, dari ayah berdarah Haiti-Amerika dan ibu Jepang, Osaka pindah ke Amerika Serikat sejak usia tiga tahun dan mulai meniti karier tenis sejak kecil bersama sang kakak, Mari Osaka.
Di luar lapangan, Osaka dikenal luas sebagai atlet dengan nilai komersial tinggi sekaligus aktivis sosial. Ia aktif menyuarakan isu keadilan rasial dan sempat masuk daftar 100 tokoh paling berpengaruh dunia versi Time selama tiga tahun berturut-turut.
Selain itu, Osaka juga mencatat sejarah saat menjadi petenis pertama yang menyalakan obor Olimpiade pada upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (usm/hdl)

5 hours ago
7

















































