Ringkasan Berita
- Perdana Menteri Pedro Sánchez mengecam chant Islamofobia dalam laga Spanyol vs Mesir.
- Lamine Yamal menolak ikut selebrasi dan menyebut chant tersebut rasis.
- Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) membuka investigasi atas insiden tersebut.
- Duta Besar Mesir menilai pelaku hanya sebagian kecil dan tidak mewakili masyarakat Spanyol.
- Insiden ini berpotensi memengaruhi peluang Spanyol menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030.
Barcelona (pilar.id) – Pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir yang berakhir imbang 0-0 di RCDE Stadium, Barcelona, berubah menjadi kontroversi setelah terdengar chant bernuansa Islamofobia dari sebagian penonton.
Chant seperti “yang tidak melompat adalah Muslim” menjadi sorotan media internasional dan memicu kritik luas. Insiden ini dinilai mencoreng citra sepak bola Spanyol yang selama ini dikenal inklusif.
Sikap Tegas Pemerintah Spanyol
Perdana Menteri Pedro Sánchez secara terbuka mengecam insiden tersebut melalui pernyataan di media sosial. Ia menilai tindakan tersebut tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan nilai masyarakat Spanyol.
Sanchez juga menyampaikan dukungan kepada para pemain yang terdampak, sekaligus menegaskan bahwa Spanyol adalah negara yang plural dan menjunjung toleransi.
Sejumlah pejabat lain, termasuk kementerian terkait, turut menyuarakan kecaman serupa sebagai bentuk respons cepat pemerintah.
Lamine Yamal Angkat Suara
Bintang muda Lamine Yamal menjadi salah satu figur yang bereaksi keras. Ia memilih tidak mengikuti tradisi lap of honour usai pertandingan sebagai bentuk protes.
Lamine Yamal (sumber foto: facbook @fcbarcelona)Dalam pernyataannya, Yamal menilai chant tersebut sebagai tindakan rasis. Sikapnya mendapat dukungan luas dari publik dan komunitas sepak bola, sekaligus mempertegas sensitivitas isu diskriminasi di lapangan.
Respons Mesir: Insiden Ulah Minoritas
Duta Besar Mesir untuk Spanyol, Ehab Ahmed Badawy, menilai insiden tersebut memang tidak dapat diterima, namun dilakukan oleh sebagian kecil penonton.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Mesir dan Spanyol tetap baik. Bahkan, menurutnya, pengalaman pribadi menunjukkan bahwa masyarakat Spanyol secara umum ramah terhadap warga asing.
Pihak tim nasional Mesir juga disebut memahami bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan keseluruhan negara tuan rumah.
Investigasi RFEF dan Ancaman Sanksi
Royal Spanish Football Federation kini tengah melakukan investigasi resmi. Selain chant Islamofobia, laporan menyebut adanya ujaran lain seperti “Spanyol adalah Katolik, bukan Muslim”.
Jika terbukti dalam laporan resmi wasit, federasi berpotensi menghadapi denda finansial dari FIFA hingga penutupan sebagian stadion pada laga berikutnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan global FIFA dalam memberantas diskriminasi di sepak bola.
Dampak Lebih Luas: Ancaman untuk Piala Dunia 2030
Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap peluang Spanyol menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030. Beberapa pihak menilai citra negatif akibat kasus ini dapat memengaruhi keputusan FIFA.
Sebagai catatan:
- Spanyol merupakan bagian dari kandidat tuan rumah bersama Portugal dan Maroko
- FIFA menempatkan isu inklusivitas dan anti-diskriminasi sebagai indikator penting dalam penilaian
- Tren Diskriminasi di Sepak Bola Masih Tinggi
Kasus ini menambah daftar panjang insiden diskriminasi di sepak bola Eropa. Data UEFA menunjukkan peningkatan laporan kasus rasisme dan xenofobia di stadion dalam beberapa tahun terakhir.
Fakta penting:
- Kampanye “No to Racism” telah berjalan lebih dari satu dekade
- Sanksi terhadap klub dan federasi semakin diperketat
- Pemain muda kini lebih vokal dalam menyuarakan isu sosial
Insiden di RCDE Stadium menjadi pengingat bahwa sepak bola masih menghadapi tantangan serius dalam memberantas diskriminasi. Meski hanya dilakukan oleh sebagian kecil penonton, dampaknya bisa meluas hingga ke level internasional.
Respons cepat dari pemerintah, federasi, dan pemain menjadi kunci untuk menjaga integritas olahraga sekaligus memperbaiki citra di mata dunia. (usm/hdl)

9 hours ago
12

















































