Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo

1 day ago 13

Probolinggo (pilar.id) – Polres Probolinggo menyiagakan puluhan personel untuk mengamankan pelaksanaan Upacara Ritual Yadnya Kasada 2026 yang digelar masyarakat Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian tradisi sakral yang menjadi warisan budaya turun-temurun tersebut berlangsung aman, tertib, dan khidmat.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan sebanyak 92 personel diterjunkan ke sejumlah titik strategis di kawasan Gunung Bromo. Personel tersebut bertugas memberikan pelayanan pengamanan selama pelaksanaan ritual yang berlangsung mulai Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026).

Menurut AKBP Latif, pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi utama yang menjadi pusat kegiatan masyarakat Tengger, mulai dari jalur akses menuju kawasan Bromo, area lautan pasir, lokasi pengukuhan peserta ritual, Pura Luhur Poten, hingga kawasan Kawah Bromo yang menjadi tempat prosesi labuh sesaji.

Selain itu, aparat kepolisian juga menyiapkan pengamanan khusus bagi tamu-tamu penting yang menghadiri rangkaian kegiatan adat tahunan tersebut. Pengamanan dilakukan melalui pola terbuka dan tertutup dengan penempatan personel di berbagai titik yang dianggap rawan maupun memiliki mobilitas tinggi.

Puncak perayaan Yadnya Kasada tahun ini dipusatkan di Pura Luhur Poten dan Kawah Gunung Bromo yang berada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tradisi tersebut menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan terbesar masyarakat Tengger yang setiap tahunnya menarik perhatian masyarakat luas.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Probolinggo juga berkoordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi lintas sektor dilakukan guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas peserta dan tamu selama rangkaian acara berlangsung.

Kapolres Probolinggo turut mengimbau masyarakat dan umat yang mengikuti kegiatan agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Ia meminta peserta tidak membawa sound system, petasan, maupun menggunakan kendaraan dengan knalpot tidak sesuai standar karena berpotensi mengganggu kekhusyukan prosesi adat.

Selain menjaga ketertiban, masyarakat juga diajak berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan kawasan Gunung Bromo yang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan maupun mengganggu jalannya ritual diminta untuk dihindari.

Yadnya Kasada merupakan salah satu tradisi paling sakral bagi masyarakat Tengger. Upacara ini dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus penghormatan kepada leluhur yang diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Dalam prosesi tersebut, masyarakat Tengger membawa berbagai hasil bumi, ternak, dan sesaji lainnya untuk dipersembahkan melalui ritual labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol rasa syukur atas berkah kehidupan sekaligus permohonan keselamatan dan kesejahteraan.

Rangkaian Yadnya Kasada 2026 diawali dengan pelaksanaan Semeninga atau Wiwit, kemudian dilanjutkan Mendak Tirta dan Atur Suguh di kawasan Tengger. Setelah itu, masyarakat melaksanakan Pawedalan di Pura Luhur Poten dan menghadiri Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Puncak acara akan berlangsung pada Senin (1/6/2026) dini hari melalui prosesi ibadah di Pura Luhur Poten yang dilanjutkan dengan ritual labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo. Prosesi tersebut menjadi momen yang paling dinantikan sekaligus paling sakral dalam keseluruhan rangkaian Yadnya Kasada.

Untuk menjaga kekhusyukan pelaksanaan ritual dan mendukung kelancaran pengamanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberlakukan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan umum mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

Penutupan sementara tersebut dilakukan agar masyarakat Tengger dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dan tradisi adat dengan khidmat tanpa terganggu aktivitas wisata. Setelah seluruh prosesi selesai, kawasan wisata Bromo akan kembali dibuka untuk kunjungan umum sesuai jadwal yang telah ditetapkan pengelola taman nasional.

Dengan dukungan pengamanan yang maksimal serta sinergi berbagai pihak, pelaksanaan Yadnya Kasada 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya serta kearifan lokal masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo. (tin)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |