Primaya Hospital Perkuat Ekosistem Kesehatan Terintegrasi, Pendapatan Tumbuh 27 Persen pada Kuartal I 2026

4 hours ago 8

Jakarta (pilar.id) – Primaya Hospital Group melanjutkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025 hingga Kuartal I 2026 melalui ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan medis, dan transformasi digital kesehatan. Perusahaan berkode emiten PRAY tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen pada Kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut melanjutkan capaian sepanjang 2025 ketika Primaya Hospital membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen, EBITDA naik 20 persen, dan laba bersih meningkat 9 persen.

Manajemen menyebut pertumbuhan didorong oleh peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, pengembangan rumah sakit baru, serta penguatan performa sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa pengembangan rumah sakit baru yang menopang pertumbuhan perusahaan antara lain Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas dan mudah diakses terus meningkat. Karena itu, perusahaan memperkuat kapasitas layanan sekaligus membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi.

Primaya Hospital Perluas Ekosistem Layanan Digital

Selain ekspansi rumah sakit, Primaya Hospital juga memperkuat layanan kesehatan berbasis digital dan terintegrasi. Hingga akhir 2025, grup tersebut telah mengelola 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, serta sejumlah layanan kesehatan penunjang lainnya di Indonesia.

Ekosistem layanan kesehatan yang dikembangkan mencakup platform telemedicine LinkSehat, layanan homecare KavaCare, Smart Fertility Clinic, EyeQu Lasik & Eye Center, hingga sistem informasi rumah sakit Sismedika.

Transformasi digital juga dilakukan melalui pengembangan Primaya Apps dan Sasya, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Di sisi keberlanjutan, Primaya Hospital mulai memperkuat implementasi program ESG melalui efisiensi energi dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Perusahaan juga tetap mengedepankan pelayanan berbasis kebutuhan pasien melalui berbagai akses komunikasi, termasuk layanan Contact Center 1 500-007.

Layanan Stroke dan Teknologi Medis Jadi Fokus Pengembangan

Primaya Hospital terus memperkuat layanan unggulan berbasis teknologi medis modern. Pada Kuartal I 2026, sejumlah rumah sakit Primaya meraih penghargaan World Stroke Organization (WSO) Angels Awards.

Primaya Hospital Bekasi Barat memperoleh predikat Diamond, sementara Primaya Hospital Depok meraih Platinum dan Primaya Hospital Bekasi Utara mendapatkan Gold. Penghargaan tersebut memperkuat posisi Primaya sebagai jaringan rumah sakit yang siap menangani kasus stroke secara cepat dan terintegrasi.

Selain itu, Primaya Hospital juga menghadirkan layanan rehabilitasi robotik berbasis teknologi Cyberdyne HAL untuk pasien cedera serta layanan HIPEC atau Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy untuk penanganan kanker rongga perut.

Di sektor kemitraan, Primaya Hospital kini telah bekerja sama dengan lebih dari 50 perusahaan asuransi dan menjadi jaringan preferred hospital bagi sejumlah perusahaan asuransi besar seperti Prudential, Allianz, AIA, Manulife, hingga Yakes Pertamina.

Dari sisi sumber daya manusia, Primaya Hospital kembali meraih predikat Great Place to Work selama dua tahun berturut-turut pada 2025.

Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15–20 persen dan EBITDA sebesar 20–25 persen sepanjang 2026. Target tersebut akan didukung ekspansi lanjutan melalui pembangunan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.

Dengan strategi ekspansi dan inovasi layanan kesehatan yang terus diperkuat, Primaya Hospital membidik posisi sebagai salah satu ekosistem layanan kesehatan terintegrasi terbesar di Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |