London (pilar.id) – Peluang Rio Ngumoha untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Inggris harus pupus meski dirinya berhasil mencuri perhatian dalam laga pemanasan menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Pemain muda Liverpool berusia 17 tahun itu menjadi sorotan setelah tampil impresif saat Inggris mengalahkan Selandia Baru dalam laga uji coba. Penampilan singkatnya dinilai begitu menjanjikan hingga ia dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dan masuk dalam daftar debutan termuda sepanjang sejarah tim nasional senior Inggris.
Namun di balik performa yang mengundang pujian, Ngumoha dipastikan tidak memiliki peluang untuk masuk ke skuad final Inggris di Piala Dunia 2026. Penyebabnya bukan faktor teknis maupun keputusan pelatih Thomas Tuchel, melainkan regulasi FIFA yang mengatur proses pendaftaran pemain.
Aturan FIFA Jadi Penghalang Ngumoha ke Skuad Piala Dunia
Menjelang Piala Dunia, setiap negara peserta diwajibkan menyerahkan daftar sementara atau provisional squad yang berisi maksimal 55 pemain kepada FIFA. Dari daftar tersebut, pelatih kemudian memilih 26 pemain yang akan masuk ke skuad final.
FIFA memang memberikan ruang bagi negara peserta untuk melakukan pergantian pemain akibat cedera atau masalah kesehatan hingga 24 jam sebelum pertandingan pertama berlangsung. Namun, pemain pengganti hanya boleh diambil dari daftar sementara yang telah diserahkan sebelumnya.
Masalah muncul karena nama Rio Ngumoha tidak termasuk dalam daftar 55 pemain yang didaftarkan Inggris ke FIFA.
Meski ikut menjalani pemusatan latihan bersama skuad senior Inggris dan terlibat dalam agenda persiapan tim, statusnya hanya sebagai pemain pendamping latihan. Ia bergabung bersama sejumlah talenta muda lainnya seperti Ethan Nwaneri dari Arsenal, Josh King dari Fulham, dan Alex Scott dari Bournemouth.
Berbeda dengan Alex Scott yang masuk dalam daftar sementara FIFA, Ngumoha tidak terdaftar sehingga secara otomatis kehilangan hak untuk dipanggil ke skuad utama dalam kondisi apa pun sebelum turnamen dimulai.
Tampil Bersama Tim Senior, Tetapi Tetap Tidak Memenuhi Syarat
Situasi yang dialami Ngumoha menjadi salah satu contoh unik dalam regulasi sepak bola internasional. Secara praktik, ia telah menjadi bagian dari persiapan tim nasional Inggris, berlatih bersama pemain utama, mengikuti perjalanan tim, hingga mendapat kesempatan bermain dalam laga resmi pemanasan.
Namun seluruh keterlibatan tersebut tidak cukup untuk mengubah status administrasinya di mata FIFA.
Bahkan apabila Inggris mengalami beberapa cedera pemain sebelum laga pembuka melawan Kroasia, nama Ngumoha tetap tidak dapat dipanggil karena tidak berada dalam daftar awal yang sudah dikunci FIFA.
Setelah turnamen dimulai, regulasi menjadi lebih ketat. FIFA hanya memperbolehkan pergantian darurat untuk posisi penjaga gawang dalam kondisi tertentu, sehingga peluang pemain di luar daftar semakin tertutup.
Regulasi Dinilai Perlu Dievaluasi
Kasus Rio Ngumoha kembali memunculkan perdebatan mengenai relevansi aturan provisional squad di era sepak bola modern.
Di satu sisi, FIFA menerapkan aturan tersebut untuk menjaga transparansi dan mencegah negara peserta memiliki daftar pemain yang terlalu luas sehingga kompetisi tetap berlangsung secara adil.
Namun di sisi lain, banyak pihak menilai aturan tersebut kurang fleksibel ketika diterapkan pada pemain yang secara nyata telah menjadi bagian dari persiapan tim nasional.
Sejumlah pengamat menilai FIFA dapat mempertimbangkan mekanisme baru yang memungkinkan pemain cadangan resmi yang ikut dalam kamp pelatihan dan perjalanan tim dipromosikan ke skuad utama sebelum turnamen dimulai. Langkah itu dinilai lebih realistis karena pemain tersebut sudah memahami sistem permainan, strategi pelatih, dan dinamika tim.
Terlepas dari apakah performanya cukup untuk mengamankan tempat di skuad utama atau tidak, kisah Rio Ngumoha menjadi gambaran bagaimana aspek administratif masih dapat menentukan nasib seorang pemain, bahkan setelah ia membuktikan kualitasnya di atas lapangan.
Bagi banyak penggemar sepak bola, situasi tersebut terasa ironis. Seorang pemain dapat tampil gemilang, mendapat pengakuan sebagai pemain terbaik pertandingan, dan berlatih bersama tim nasional senior, tetapi tetap tidak memiliki peluang tampil di Piala Dunia karena aturan yang telah ditetapkan jauh sebelumnya. (mad/hdl)

8 hours ago
10
















































