UNAIR Raih Penghargaan Nasional ANRI 2026 Berkat Penyelamatan Arsip Maestro Ludruk Kartolo

5 hours ago 11

Surabaya (pilar.id) – Universitas Airlangga atau UNAIR berhasil meraih penghargaan sebagai Simpul Jaringan Terbaik Nasional Kategori Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi UNAIR dalam penguatan tata kelola arsip dan penyelamatan memori sejarah Indonesia, khususnya melalui pendampingan akademik terhadap Pemerintah Kota Surabaya.

Pencapaian itu tidak lepas dari keterlibatan akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, salah satunya Dr Samidi yang menjadi tenaga ahli dalam penyusunan dokumen kearsipan daerah.

Selama dua tahun terakhir, tim ahli dari FIB UNAIR bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya secara aktif menyusun naskah akademik untuk pengajuan Memori Kolektif Bangsa (MKB) ke ANRI.

Kolaborasi tersebut berhasil mengantarkan Arsip Makam Eropa Peneleh lolos kurasi MKB pada 2025. Keberhasilan itu berlanjut pada 2026 melalui pengakuan terhadap Arsip Kiprah Kartolo.

Menurut Samidi, penghargaan yang diterima UNAIR menjadi bentuk pengakuan penting terhadap peran perguruan tinggi dalam bidang pelestarian arsip nasional dan penguatan literasi sejarah publik.

Manuskrip Langka Kartolo Jadi Arsip Bernilai Sejarah Nasional

Dalam pengajuan MKB tahun 2026, Dispusip Surabaya bersama tim ahli UNAIR mengusulkan kumpulan manuskrip autentik milik maestro ludruk Kartolo atau yang dikenal sebagai Cak Kartolo.

Arsip tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi karena memuat dokumentasi asli perjalanan kesenian ludruk yang jarang ditemukan pada seniman lain.

Cak Kartolo diketahui secara konsisten mendokumentasikan karya dan proses kreatifnya ke dalam 14 jilid buku folio tulisan tangan. Arsip itu berisi naskah cerita, tema pertunjukan, catatan pementasan hingga syair kidungan jula-juli khas ludruk.

Keberadaan manuskrip tersebut dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan memori budaya Jawa Timur, terutama seni pertunjukan ludruk yang menjadi identitas budaya masyarakat Arek.

Rekam jejak Kartolo sebagai tokoh pembaru seni ludruk juga semakin kuat setelah ditetapkan sebagai Maestro Kesenian Ludruk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2024. Ia juga menerima sejumlah penghargaan dari berbagai lembaga nasional dan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Pembuktian Nilai Sejarah Jadi Tantangan Utama

Tim akademisi UNAIR menyebut tantangan utama dalam proses pengajuan arsip bukan terletak pada aspek teknis, melainkan pada pembuktian nilai historis dan signifikansi objek yang diajukan.

Dalam proses kurasi MKB, setiap arsip harus mampu menunjukkan keterkaitan kuat dengan pembentukan identitas sosial dan memori kolektif masyarakat Indonesia.

Samidi menjelaskan, tim peneliti harus mampu menguraikan keunikan arsip sekaligus membuktikan kontribusinya terhadap sejarah nasional secara objektif dan akademis.

Melalui pendekatan ilmiah tersebut, arsip tidak hanya diposisikan sebagai dokumen statis, tetapi juga menjadi sumber literasi sejarah yang relevan bagi generasi mendatang.

UNAIR berharap kompetensi riset sejarah, hilirisasi ilmu pengetahuan, dan tata kelola kearsipan yang dimiliki kampus dapat terus berkontribusi dalam upaya penyelamatan memori sejarah bangsa secara berkelanjutan. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |