"Debt collector" rampas motor dan aniaya pengendara di Daan Mogot

12 hours ago 9

Jakarta (ANTARA) - Komplotan yang mengaku sebagai penagih utang (debt collector) merampas sepeda motor dan menganiaya seorang pengendara di kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya itu tengah melintas ke arah Tangerang hingga kemudian menjadi korban aksi kriminal di depan pabrik kaleng pada Selasa (3/3) pagi, sekitar pukul 05.10 WIB.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti informasi tersebut. Namun, hingga kini korban belum membuat laporan polisi terkait aksi premanisme yang dialami.

"Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres," katanya.

Sementara, menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi premanisme berkedok "mata elang" (matel) di kawasan Daan Mogot, Rihold menegaskan bahwa jajarannya akan memperketat pengawasan.

"Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin kok melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya akan ditingkatkan patroli," kata Rihold.

Baca juga: "Debt collector" berusaha rampas motor warga di Cengkareng Jakbar

Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, terlihat seorang pria terduduk di sisi jalan dengan kondisi pakaian basah dan kotor terkena lumpur hitam air kali.

Korban yang mengaku bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang, harus merelakan sepeda motor dan seluruh barang berharganya dirampas komplotan pelaku.

Korban menceritakan saat ia sedang berkendara di pagi buta, tiba-tiba dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

"Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik," ucap korban dalam video tersebut, dikutip Rabu.

Setelah memberhentikan paksa, komplotan tersebut mengaku sebagai matel dan menuduh korban telah menunggak cicilan kendaraan selama berbulan-bulan.

"Dia alasannya matel. Motor saya dibilang nggak bayar selama tiga bulan, padahal saya baru bayar kemarin tanggal 28 Februari," kata dia.

Alih-alih mendengarkan penjelasan korban, para pelaku justru mulai mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diinterogasi, dipukul, hingga akhirnya didorong ke sungai (kali) yang berada di sisi Jalan Daan Mogot.

Baca juga: Polisi amankan dua penagih hutang yang resahkan warga di Jakarta Barat

Baca juga: Polisi pakai CCTV cari pelaku begal dengan modus "debt collector"

"Terus ditanya-tanya segala macam. Langsung saya dipukulin perut saya, dijorokin langsung saya mental ke kali," ungkapnya.

Dalam kondisi tak berdaya setelah didorong ke kali, korban hanya bisa pasrah melihat komplotan tersebut membawa kabur sepeda motor miliknya beserta seluruh barang berharganya.

"Motor dibawa kabur itu, sama tas saya, HP saya, dompet, apa segala macem ada di tas. HP, dompet isinya KTP, KTA saya, GP maupun GM saya diambil. Di tas ada duit," imbuhnya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |