Jakarta (ANTARA) - Komplotan pencuri telepon genggam atau handphone dengan modus mengalihkan perhatian korban terjadi di sebuah warung kelontong di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Pelaku datang ke warung dengan modus membeli rokok setengah batang atau dalam jumlah sedikit. Tapi, sebenarnya yang diincar adalah handphone korban," kata pemilik warung Supriyanto di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin.
Tindak kejahatan yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik warung dan kini menjadi bahan bukti yang akan digunakan korban untuk melapor ke pihak kepolisian.
Supriyanto menjelaskan peristiwa itu terjadi saat seorang pria paruh baya datang ke warungnya dengan berpura-pura membeli rokok dalam jumlah sedikit.
Namun, berdasarkan rekaman CCTV, pria tersebut diduga telah mengincar telepon genggam milik seorang pelanggan yang sedang berada di lokasi.
Menurut dia, saat kejadian, korban tidak menyadari sedang menjadi target pencurian.
Dari rekaman CCTV, pelaku pertama yang mengenakan jaket merah terlihat berdiri sangat dekat dengan korban. Dalam waktu singkat, pelaku diduga mencabut kabel headset yang terhubung ke telepon genggam milik korban.
"Korban tidak sadar headset-nya dicabut. Setelah itu, handphone diambil dari kantong korban," ujar Supriyanto.
Baca juga: Polisi temukan motor warga Jaktim yang hilang lewat marketplace
Setelah menguasai handphone tersebut, pelaku pertama kemudian menyerahkan barang hasil curian kepada seorang pria lain yang berada di belakangnya. Pria kedua yang mengenakan jaket abu-abu itu diduga merupakan bagian dari komplotan yang sudah bekerja sama sejak awal.
"Yang belakang itu memang diduga komplotannya. Setelah HP (handphone) diambil, langsung diselipkan, dan diberikan ke orang yang satunya lagi," tutur Supriyanto.
Gerakan kedua pelaku itu berlangsung sangat cepat dan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar dua menit. Setelah mendapatkan handphone korban, keduanya segera meninggalkan lokasi ke arah yang berbeda sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Tak lama setelah kejadian tersebut, korban baru menyadari telepon genggamnya hilang. Korban kemudian kembali ke warung dan mencoba mencari informasi mengenai pria yang sebelumnya berada di dekatnya.
"Korban datang lagi ke warung. Kasihan juga kelihatannya, seperti sedang apes. Dia tanya, 'Pak, yang jaket merah tadi ke mana ya?'," ungkap Supriyanto.
Sebelum mengetahui handphone-nya benar-benar hilang, korban ternyata sempat merasa curiga karena ada seseorang yang terus berdiri dan bergerak sangat dekat dengannya. Namun, kecurigaan itu baru terbukti setelah dia memeriksa dan mendapati telepon genggamnya sudah tidak ada.
Menurut Supriyanto, saat korban berusaha mencari kedua pelaku tersebut, arah pelarian mereka berbeda dengan arah yang ditempuh korban. Pelaku diketahui melarikan diri ke arah kiri dari lokasi warung, sedangkan korban bergerak ke arah kanan sehingga keduanya tidak bertemu.
Bersama keluarganya, korban kemudian meminta rekaman CCTV kepada pemilik warung sebagai bahan bukti untuk menelusuri pelaku dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Baca juga: Polisi ringkus pencuri motor yang beraksi puluhan kali di Jakarta
Baca juga: Tukang sablon nekat gasak minyak goreng di warung kelontong di Tambora
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































