Modus jadi pelayat, perempuan curi uang takziah di Jaktim

16 hours ago 9

Jakarta (ANTARA) - Seorang perempuan diduga mencuri uang takziah dengan modus berpura-pura sebagai pelayat di rumah duka di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

Kejadian itu menimpa keluarga Nyai Hasanah (45) pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat kenal sama kita, tau-taunya uang takziah ludes hilang ga tersisa," kata Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian pada Rabu.

Hasanah menceritakan, pelaku datang sejak pagi hari saat suasana rumah masih lengang dan pelayat belum ramai berdatangan. Mertuanya meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB.

"Orang-orang belum pada datang, dia sudah datang. Pakai kemeja rapi, celana, kerudung, sepatu, rapi banget. Tidak mencurigakan sama sekali. Bawa tas gede juga," katanya.

Baca juga: Maling motor beraksi saat korban sedang takziah di Jaktim

Pelaku bahkan bertahan hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di rumah duka, dia hanya duduk dan sesekali memperhatikan situasi sekitar.

Kepada keluarga, perempuan itu mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya sebagai "teman perjuangan" saat mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP.

Karena merasa pelaku mengenal keluarganya, Hasanah tak menaruh curiga sedikit pun. Hingga akhirnya, pelaku melancarkan aksinya dengan alasan hendak menumpang ke toilet.

"Tiba-tiba dia bilang nahan pipis dari tadi. Saya bilang ya sudah ke dalam saja, walaupun berantakan. Saya percaya karena mengakunya kenal keluarga," katanya.

Letak toilet yang berdekatan dengan lemari penyimpanan uang takziah menjadi celah bagi pelaku. Uang takziah yang sebelumnya dikumpulkan dalam kantong plastik dan disimpan di lemari lorong rumah, mendadak hilang.

"Pas dia keluar, saya baru sadar orangnya sudah tidak ada. Saya langsung masuk, lemari sudah terbuka, kantong isi uang takziah hilang," ungkap Hasanah.

Baca juga: Seorang ART di Jakpus curi uang majikan Rp315 juta

Keluarga baru menyadari kehilangan sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mengejar, namun pelaku sudah keburu kabur.

Pihak Kepolisian telah mendatangi lokasi untuk meminta keterangan. Nyai Hasanah menyebutkan seluruh uang takziah yang terkumpul dibawa kabur.

Menurut informasi warga, kasus serupa pernah terjadi dua hingga tiga tahun lalu dengan ciri-ciri pelaku yang mirip. Namun belum dapat dipastikan apakah pelakunya orang yang sama.

Hingga kini, identitas perempuan tersebut belum diketahui, tak satu pun warga sekitar mengenalnya. Keluarga berharap pelaku segera tertangkap agar kejadian serupa tak terulang di tengah suasana duka warga lainnya.

Aksi tersebut viral di media sosial Instagram @info_cipayung. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) pelaku lari ke luar usai melancarkan aksinya di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/3).

Terduga pelaku diklaim juga pernah melakukan aksi serupa di beberapa tempat seperti di Jalan Damai Lubang Buaya pada 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |