Ngaku Kasat Narkoba, pria ambil motor ojek di Jaktim imingi Rp300 Ribu

15 hours ago 9

Jakarta (ANTARA) - Seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba dari Polda Metro Jaya diduga memperdaya pengemudi ojek dengan iming-iming bayaran Rp300 ribu sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor korban di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

"Terduga pelaku minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan, pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp300 ribu," jelas Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.

Peristiwa tersebut bermula saat korban bertemu terduga pelaku yang mengaku sebagai Kasat Narkoba dari Polda Metro Jaya dan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika.

"Tergiur dengan ongkos yang cukup besar, korban kemudian bersedia mengantar pelaku," ujar Fadoli.

Setibanya di Polsek Makasar, pelaku kembali meminta korban melanjutkan perjalanan ke Gang Langgar, Kramat Jati, dengan alasan target penangkapan berada di lokasi tersebut. Korban pun kembali menuruti permintaan tersebut.

Sesampainya di Jalan Langgar RT 004/010, Kelurahan Kramat Jati, pelaku kembali melancarkan aksinya.

Kemudian, pelaku meminjam sepeda motor korban dengan dalih akan menangkap tersangka narkoba dan membutuhkan kendaraan untuk bergerak cepat.

Tanpa menaruh curiga karena percaya pelaku adalah aparat dan tergiur bayaran Rp300 ribu, korban langsung menyerahkan kendaraannya.

"Pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk dipakai menangkap pelaku narkoba, korban langsung menyerahkan motor kepada pelaku," ucap Fadoli.

Namun, setelah ditunggu beberapa waktu, pelaku tak kunjung kembali dan justru membawa kabur sepeda motor tersebut.

Baca juga: Ngaku polisi Polda, pria diduga hipnotis ojek di SPBU Makasar Jaktim

Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban segera melapor ke pihak kepolisian.

Fadoli mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian tanpa menunjukkan identitas resmi.

Dia juga mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur iming-iming bayaran besar yang tidak wajar.

Sebelumnya, seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Metro Jaya diduga menghipnotis dan mengambil sepeda motor ojek pengkolan setelah pergi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur.

"Iya, benar kejadiannya di SPBU di sini. Pelaku datang ke SPBU, mengaku dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya untuk ngambil motor korban," kata petugas keamanan (sekuriti) SPBU 34.135.06 Makasar Agus Sunarya (50) di Jakarta Timur, Senin.

Dugaan tindak kejahatan itu terjadi pada Jumat (27/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, seorang pria datang bersama korban dengan berboncengan sepeda motor.

"Pelaku datang ke SPBU, mengaku dari kasat narkoba Polda Metro Jaya. Saya langsung koordinasi dengan komandan saya dan anggota, lalu saya telepon Pak RT setempat," ujar Agus.

Namun, ketika Agus masih melakukan panggilan telepon untuk memastikan identitas pria tersebut, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi.

Baca juga: Polisi buru penipu yang rugikan korban Rp58 juta di Kebon Jeruk

Dia menyebutkan pelaku hanya satu orang. Setibanya di SPBU, pelaku berboncengan dengan korban yang diketahui berprofesi sebagai pengemudi ojek.

Korban baru kembali ke SPBU keesokan harinya, Sabtu (28/2), untuk menanyakan jika sekuriti mengenal pelaku atau tidak.

Saat itu, korban mengaku telah dihipnotis dan sepeda motornya dibawa kabur.

Menurut penuturan korban kepada Agus, awalnya pelaku menyewa jasanya sebagai ojek dari depan Terminal Asrama Haji.

Dugaan tindak kejahatan hipnotis itu viral di media sosial Instagram @info_pinang_ranti. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), terduga pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata.

Dalam keterangan akun tersebut, motor yang dibawa kabur merupakan Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B 5449 TBS.

Setelah tersadar, korban berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, hingga ke Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sehari setelah kejadian, anggota dari Polsek Kramat Jati mendatangi SPBU tersebut untuk meminta keterangan dan melihat rekaman CCTV guna pendalaman kronologi peristiwa.

"Sabtu (28/2), anggota dari Polsek Kramat Jati datang ke sini, minta keterangan, nanya kronologi lengkap, sekaligus lihat CCTV," ungkap Agus.

Sampai dengan saat ini, kasus dugaan hipnotis tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi juga tengah menelusuri identitas pelaku yang mencatut nama pejabat kepolisian untuk melancarkan tindak kejahatannya itu.

Baca juga: Imigrasi Jaksel lacak dua WNA yang diduga hipnotis kasir kedai kuliner

Baca juga: Polres Metro Jakpus imbau pemudik waspadai hipnotis

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |