Jakarta (ANTARA) - Kepolisian memanggil mantan ketua yayasan berinisial IW terkait temuan ratusan pucuk senjata di dalam salah satu ruangan di lingkungan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).
"Kita akan mengundang saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan, termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Dia menuturkan IW selaku bagian dari pengelola yayasan sebelumnya, kemungkinan mengetahui terkait keberadaan ratusan senjata tersebut.
"Yang bersangkutan, saudara IW, dulu merupakan pengurus dari suatu yayasan, sehingga mungkin melihat, menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," ujar Budi.
Menurut dia, keberadaan ratusan pucuk senjata itu diketahui setelah pengelola yayasan yang baru hendak mengeluarkan barang-barang dari ruangan yang bersangkutan.
"Dan melihatlah ada dalam bentuk wujud-wujud senjata, diduga senjata api ataupun senjata lainnya. Ini (pengelola baru) melaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan dan dilakukan pendalaman dan penindakan," tutur Budi.
Baca juga: Polisi temukan satu "combat shotgun" dari ratusan pucuk senjata di sekolah
Polda Metro Jaya mengungkapkan satu dari total 996 pucuk senjata yang ditemukan bersama narkoba dan VCD porno di sekolah tersebut merupakan senjata api atau senapan tempur combat shotgun jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, sedangkan 995 pucuk lainnya dipastikan merupakan senapan angin.
"Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api, dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA," terang Budi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api itu diketahui merupakan milik pria berinisial DS, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ungkap Budi.
Terkait 995 pucuk senapan angin, pihak kepolisian belum membeberkan status kepemilikannya.
"Sementara untuk 995 pucuk, diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 milimeter," imbuh Budi.
Baca juga: Yayasan akui tidak tahu asal-usul ratusan senjata di sekolah
Baca juga: Soal senjata di sekolah, polisi tegaskan tidak ada ekskul menembak
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































