Propam Polda Metro Jaya datangi SPBU Cipinang terkait penganiayaan

8 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Jakarta Timur, terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap pegawai SPBU itu oleh oknum aparat.

"Tadi sudah ke sini Propam Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB, minta keterangan terkait video kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) tersebut," kata salah satu Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38) saat ditemui di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin.

Tiga pegawai SPBU 3413901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang mereka alami ke polisi.

Tak lama setelah laporan dibuat, Propam Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi untuk meminta keterangan.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan SPBU melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulogadung pada Senin ini sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Tiga pegawai SPBU di Jakarta Timur diduga jadi korban aniaya aparat

"Kejadian Minggu (22/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tadi pagi, sekitar jam 09.00 WIB langsung melapor ke Polsek Pulogadung," ujar Mukhlisin.

Menurut Mukhlisin, respons aparat kepolisian cepat. Setelah laporan diterima, para korban langsung diarahkan menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Tanggapannya bagus, langsung. Tadi, langsung visum juga ke RS Polri Kramat Jati, langsung diproses," ucap Mukhlisin.

Tak hanya itu, Propam Polda Metro Jaya juga turun langsung ke SPBU untuk menindaklanjuti informasi dan video kejadian yang beredar di media sosial.

Dihubungi secara terpisah, Pemilik SPBU 3413901 Ernesta mengatakan, dirinya sudah melaporkan langsung kejadian penganiayaan terhadap pegawainya ke Polsek Pulogadung.

Baca juga: Laporan balik terhadap korban penganiayaan di Jakbar dihentikan polisi

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU. Pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi terpisah.

Ernesta berharap, polisi dapat menindaklanjuti kasus tersebut dan pelaku dapat diberikan hukuman agar tidak terjadi kejadian serupa.

"Saya hanya ingin keadilan untuk pegawai-pegawai saya yang dipukuli," ucap Ernesta.

Sebelumnya, tiga pegawai SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat.

Peristiwa terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB, saat seorang pelanggan datang untuk mengisi Pertalite.

Baca juga: Empat orang diduga mabuk serang kafe di Kemang

Saat dilakukan pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi (nopol) kendaraan terdaftar sesuai dalam sistem, namun jenis mobil yang digunakan tidak cocok dengan data yang tertera.

Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas kemudian menolak pengisian Pertalite dan memberikan solusi alternatif.

Namun, penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan. Insiden pun terjadi dan berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

Total ada tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni satu staf dan dua operator.

Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.

Baca juga: Polisi benarkan adanya penganiayaan terhadap pengemudi ojol di Jakbar

Khoirul Anam kena tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut sampai giginya copot.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |