Tembok rel yang dijebol diduga jadi akses tawuran di Klender Jaktim

11 hours ago 11

Jakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur menyoroti dua lubang besar pada tembok pembatas rel kereta api di sekitar lokasi kejadian di Klender, Jakarta Timur (Jaktim), yang diduga menjadi akses tawuran warga.

"Lokasi tawuran berada di wilayah Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit. Diduga mereka terlibat tawuran dengan warga Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, yang lokasinya berseberangan dengan rel kereta api dan Jalan I Gusti Ngurah Rai tersebut," kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong di Jakarta, Senin.

Insiden tawuran yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, kawasan perbatasan Klender dan Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, pada Senin (25/5) pagi itu menyisakan sorotan baru terkait lemahnya pengawasan akses di sekitar jalur rel kereta api.

Tawuran yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu melibatkan dua kelompok warga yang diduga berasal dari kawasan Kebon Singkong, Duren Sawit, dan Cipinang Jagal, Pulogadung.

Lokasi bentrokan yang berada di jalur utama tersebut sempat membuat arus lalu lintas pagi hari terganggu karena tawuran itu terjadi saat jam sibuk keberangkatan kerja warga.

Puluhan personel gabungan dari kepolisian, Brimob Polda Metro Jaya, dan Satpol PP dikerahkan untuk membubarkan warga. Aparat bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai bentrokan yang terjadi di tengah padatnya aktivitas pagi masyarakat.

Baca juga: Polisi sita busur dan petasan saat bubarkan tawuran di Klender Jaktim

Muhammadong menyebutkan pihaknya turut mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu proses pembubaran di lapangan bersama dengan unsur kepolisian dan Brimob.

"Kita kerahkan sekitar 30 personel Satpol PP untuk membantu membubarkan aksi tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai," ujar Muhammadong.

Meski demikian, dalam kejadian tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan karena seluruh kelompok yang terlibat tawuran itu melarikan diri sebelum aparat melakukan penindakan.

Namun, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa delapan anak panah dan enam selongsong petasan roket yang diduga digunakan saat bentrokan.

Sementara itu, Lurah Cipinang Muara Komarudin mengatakan temuan itu menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi jalur akses untuk aktivitas tawuran jika tidak segera ditutup.

"Ditemukan dua lubang besar di tembok pembatas rel. Diduga itu sengaja dijebol untuk akses keluar masuk pelaku," ungkap Komarudin.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kelurahan langsung mengerahkan lima petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkan sisa material di lokasi kejadian, termasuk batu-batu dan puing petasan yang berserakan di jalan.

Meski skala pembersihan relatif kecil, langkah tersebut bertujuan memastikan akses jalan itu kembali aman dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Hingga pukul 08.20 WIB, personel gabungan masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan. Aparat dari Brimob, Satpol PP, dan kepolisian setempat juga masih melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan.

Baca juga: Patroli gabungan Polres Jaktim dan Brimob bubarkan tawuran di Klender

Baca juga: Tawuran warga di Klender Jaktim sebabkan macet hingga 2 km lebih

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |