Jakarta (ANTARA) - Seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku mendapatkan intimidasi yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi.
Pedagang buah bernama Sutrisno itu menceritakan awalnya ia sedang melayani pembeli sekaligus mengatur barang dagangannya yang baru diturunkan dari kendaraan untuk dimasukkan ke dalam lapak.
"Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang nanti akan saya pindahkan karena saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat," kata Sutrisno di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.
Dia pun mengaku sudah menyampaikan hal serupa kepada petugas bahwa barang dagangannya segera dipindahkan setelah proses pelayanan pembeli selesai.
"Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel karena dianggap sudah beberapa kali ditegur," ujar Sutrisno.
Menurut dia, selama berjualan di Pasar Induk Kramat Jati sejak 2015, proses bongkar muat barang memang biasanya membuat sebagian dagangannya sedikit maju ke jalan.
Dia pun sempat menjelaskan kepada petugas bahwa tugas kepolisian di lingkungan pasar seharusnya fokus pada keamanan, bukan mengatur aktivitas pedagang.
Baca juga: Polisi dalami intimidasi kelompok debt collector ke pengendara Jaktim
Namun, pernyataan Sutrisno itu rupanya memicu kemarahan oknum polisi sehingga membuatnya mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan, oknum polisi tersebut meminta kepada pemilik lapak agar tidak memberikan sewa tempat usaha kepada Sutrisno.
Oknum polisi itu juga mempertanyakan alasan ia direkam oleh Sutrisno dengan menggunakan telepon genggam.
"Dia bertanya kenapa saya merekam video, lalu dia berusaha merebut handphone (telepon genggam) saya. Saya pertahankan karena tidak mau handphone saya diambil, akhirnya handphone saya dimatikan," jelas Sutrisno.
Meskipun tidak mengalami kekerasan dalam insiden tersebut, dia merasa mendapatkan tekanan secara verbal di hadapan para pembeli yang sedang bertransaksi.
Sutrisno mengakui peristiwa yang dialaminya itu bukan kali pertama. Sebelumnya, ia pernah mendapat teguran hingga ancaman terkait izin usaha. Tak hanya itu, menurutnya, sejumlah pedagang lain juga pernah mengeluhkan perlakuan serupa, namun memilih tidak melapor karena takut.
"Kalau yang kemarin ini saya yang mengalami. Sebelumnya, sudah banyak pedagang yang mengeluhkan hal seperti ini, tetapi mungkin mereka tidak berani bicara sehingga memilih diam," ucap Sutrisno.
Lebih lanjut, dia berharap agar tindakan seperti itu dapat menjadi perhatian pihak berwenang dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian secara adil.
Sebelumnya, rekaman peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat seorang anggota polisi mendatangi lapak pedagang dan meminta agar rekaman video dihentikan.
Baca juga: Aktivitas Pasar Pramuka normal lagi usai intimidasi dan sengketa kios
Baca juga: Pedagang Pasar Pramuka diintimidasi agar tidak berjualan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































